Alumni Dayah Darul Ulum Tanoh Mirah, Kabupaten Bireuen, Teungku Muhammad
Nur, mengatakan Aceh akan kembali jaya jika dikembalikan ke tangan
ulama.
“Dayah sejak dahulu memang memiliki peran penting terhadap Aceh.
Sejarah telah membuktikan bagaimana peran ulama Aceh sejak masa
kerajaan.
Namun sejak Belanda masuk, Aceh dipisahkan dari dayah.
Seolah-olah teungku dayah dan ulama hanya harus memikirkan akhirat, dan
itu siasat Snock Hurgronje, yang masih dikembangkan hingga kini,” kata
Teungku Muhammad Nur.
Contoh positifnya, kata Teungku Muhammad
Nur, saat kepemimpinan Aceh diserahkan ke Teungku Daud Beureueh. Posisi
Teungku Daud Beureueh saat itu adalah ulama kharismatik Aceh.
“Jadi bukan tak mungkin Aceh dipimpin oleh ulama. Sudah saatnya
ulama kembali berkiprah dan menjadikan Aceh betul-betul sebagai serambi
mekkah,” katanya.
Teungku Muhammad Nur juga mengaku mendukung wacana pendamping Mualem berasal dari ulama dayah Aceh.
“Semua sepakat bahwa Mualem memiliki peluang menang untuk pilkada 2017.
Oleh karena itu, wakilnya harus dari dayah. Siapa orangnya? Itu bisa
diputuskan dalam pertemuan ulama Aceh. Siapapun yang ditunjuk, itulah
yang terbaik,” ujarnya.







0 komentar:
Posting Komentar