Pages

Tampilkan postingan dengan label Berita Terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Terkini. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Desember 2015

Getah Pepaya, Manfaatnya Dahsyat Tak Pernah Terduga

Siapa yang tidak mengenal buah pepaya? Iya buah tropis ini tumbuh subur di Indonesia dan tentunya selain murah pepaya mudah didapatkan dimana-mana. Pepaya merupakan buah yang memiliki banyak sekali manfaat dari daun hingga buahnya tak terkecuali getah buahnya.

Didalam getah pepaya terdapat enzim protease yaitu papain dan kimopapain, selain itu lebih dari 50 asam amino terkandung didalamnya. Dari kandungan zat-zat baik didalamnya getah buah pepaya ternyata punya berbagai manfaat loh. Kira-kira apa saja sih manfaatnya:

1. Mengobati tumit kaki pecah-pecah

Tumit kaki pecah-pecah merupakan problem yang sering sekali menghampiri terutama saat musim kemarau tiba. Iya, cuaca yang panas membuat kulit cepat kehilangan kelembapannya sehingga memicu adanya pecah-pecah di tumit kaki. Pastinya tidak ada yang menginginkan tumit kaki pecah-pecah dan kering. Lalu bagaimana mengatasinya?

Sediakan saja buah pepaya. Dengan mencuci bersih pepaya kemudian toreh atau gores permukaan kulit buah pepaya tunggu hingga getahnya keluar. Kemudian oleskan pada kaki yang pecah-pecah ataupun kering. Tunggu 10-15 menit, bilas dan keringkan. Cukup mudah bukan lakukan sekali dalam sehari yaa.

2. Menghilangkan jerawat

Problematika jerawat juga tidak kalah heboh melanda sebagian besar kaum muda terutama wanita. Banyak cara untuk mengusir jerawat dari wajah kita salah satunya dengan cara alami yaitu getah buah pepaya. Belum banyak yang tahu kalu getah buah pepaya punya khasiat yang hebat. Lalu bagaimana cara pengaplikasiannya?

Berikut langkah-langkahnya:

  • Bersihkan wajah terlebih dahulu agar wajah terhindar dari bakteri penyumbat pori-pori
  • Oleskan getah pepaya menggunakan kapas di area wajah yang berjerawat
  • Diamkan sampai getah tersebut mongering d. Bilas dengan air hangat untuk mengangkat sisa getah yang ada di wajah


Lakukan secara rutin hingga jerawat tersebut hilang.

3. Menghilangkan bekas kulit terbakar

Tips ini mungkin akan berguna jika anda, ataupun kerabat dekat anda mengalami luka bakar ringan. Luka bakar ringan yang dimaksud bukan luka yang berada diarea vital seperti leher, wajah atau anggota penting lainnya dan tentunya luka ringan ini masih bisa di tangani sendiri.

Caranya cukup mudah kok hanya siapkan pepaya muda lalu cuci, gores-gores permukaan kulitnya hingga getahnya keluar. Oleskan getah tersebut pada luka. Nah, tunggu apalagi mulai sekarang yuk jangan anggap remeh si getah pepaya ini.

Siapa Sangka Biji Kecil Ini Bisa Sembuhkan Diabetes

Diabetes atau yang dikenal dengan nama penyakit kencing manis merupakan kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor, seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin. Oleh karena itu, para penderita diabetes harus rutin menyuntikan cairan ini ke dalam tubuh mereka.

Tapi siapa sangka, jika biji rambutan dapat digunakan sebagai obat diabetes.

Berikut caranya:

Pemakaian biji rambutan untuk membebaskan penderitaan kencing manis tahap 2 sudah terbukti manjur. Kajian yang dilakukan di Eropa sudah menunjukkan bahwa biji rambutan sukses membebaskan 17, 542 orang penderita diabetes step 2 di semua dunia pada tahun 2014. Kita rakyat Indonesia cukup bersyukur kerana mempunyai buah itu dinegara sendiri.

Langkah penggunaannya.

  1. Ambillah 5 biji (seeds) rambutan.
  2. Goreng.
  3. Tumbuk sampai hancur jadi tepung.
  4. Campur dengan air sejuk serta minum.
  5. Minumlah 2 kali dalam sehari.


Kurangi ketergantungan pada insulin serta obat-oabatan farmasi. Penyakit kencing manis kebanyakan membuat pasien merasa cemas, jika lihat penurunan berat tubuhnya. Jangan sampai khawatir, karena kehilangan berat tubuh itu, yaitu cara tubuh berikan isyarat pada otak, untuk kita merubah kebiasaan hidup serta pola makan kita sehari-hari.. Makanlah makanan yang sehat. Selamat mencoba Tribunners! Semoga membantu.

Penyebab Utama Batu Ginjal adalah Pola Makan

Ginjal termasuk organ yang sangat penting, terutama untuk sistem metabolisme yang bertugas mengatur sistem pembuangan racun dari dalam tubuh. Menjaga ginjal tetap sehat dan berfungsi sempurna harus dilakukan, karena kerusakan fungsi ginjal dapat menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh yang berpotensi merusak ginjal.

Salah satu penyakit yang dapat merusak fungsi ginjal adalah batu ginjal. Batu ginjal banyak diderita para pria, namun wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas sangat rentan menderita batu ginjal.

Batu ginjal sendiri merupakan gumpalan mineral padat yang terbentuk dari kalsium dan oksalat serta asam urat yang bersarang dalam saluran kemih. Banyak yang tidak menyadari jika penyebab utama penyakit batu ginjal adalah pola makan. Hem, kira-kira apa saja jenis makanan yang harus dihindari agar tidak terkena batu ginjal? Agar lebih jelasnya, ada baiknya simak Batasi 7 Makanan yang Sebabkan Penyakit Batu Ginjal berikut ini :

1. Kafein

Minuman berkafein memang nikmat, namun jika berlebihan dapat menyebabkan batu ginjal. Kenapa demikian? Karena minuman berkafein dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urine sehingga memberatkan kinerja ginjal. Minuman berkafein yang harus dibatasi, antara lain : teh, kopi dan soda.

2. Pemanis buatan

Penelitian menyebutkan, jika mengonsumsi pemanis buatan dalam jangka panjang dapat merusak fungsi ginjal. Oleh karena itu, usahakan gunakan

3. Daging

Kandungan protein dan asam urat dalam daging dapat memicu pembentukan batu ginjal yang lama-kelamaan dapat sebabkan kerusakan pada ginjal. Kenapa demikian? Limbah protein dan asam urat sangat sulit dikeluarkan oleh ginjal. Oleh karena itu, batasi konsumsi daging dan perbanyak buah dan sayur yang lebih menyehatkan.
pemanis alami yang lebih baik dan ramah untuk tubuh, contohnya : madu.

4. Makanan asin

Sering mengonsumsi makanan yang mengandung sodium kurang b aik untuk kesehatan ginjal, karena sodium memicu terbentuknya batu ginjal. Oleh karena itu, hindari makanan yang mengandung banyak garam.

5. Minuman berkarbonasi

Minuman berkarbonasi memang menyegarkan tubuh untuk sementara, namun kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko penyakit batu ginjal. DIantara minuman berkarbonasi yang harus dibatasi atau dihindari, antara lain : minuman bersoda, minuman energi, dan jus kemasan.

6. Makanan kaya purin

Mengonsumsi makanan tinggi purin dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit batu ginjal. Diantara makanan yang kaya purin, antara lain : sarden, kuning telur, daging, dan lain sebagainya.

7. Produk susu

Kalsium tinggi memang baik untuk tulang, namun bagi Anda yang memiliki masalah pada ginjal, kalsium bisa menjadi musuh terbesar Anda. Kenapa demikian? Karena kalsium dapat menyebabkan meningkatnya ekskresi kalsium pada urin sehingga limbahnya sulit dibuang dan memicu penumpukan batu ginjal.

Dengan membatasi atau menghindari makanan yang tersebut diatas, kita dapat mengurangi risiko terkena penyakit batu ginjal. Semoga informasi yang berjudul Batasi 7 Makanan yang Sebabkan Penyakit Batu Ginjal diatas dapat bermanfaat bagi kita semua.

Senin, 30 November 2015

Ini Gadis Diver Pengibar Bendera Bintang Bulan di Perairan Sabang

LHOKSUKON – Frina, 26 tahun, asal Banda Masen, Lhokseumawe merupakan pelopor pengibaran Bendera Bintang Bulan di bawah laut wilayah perairan Iboih, Pulau Rubiah, Sabang, Minggu, 29 November 2015 pukul 11.20 WIB. Ia merupakan diver sekaligus guide untuk Kementerian Belia dan Sukan (KBS) Malaysia.

“Saya menjadi guide untuk KBS Malaysia yang berkunjung ke Pantai Iboih, Sabang. Saya juga ajudan pribadi dari Kepala Daerah Pejabat Belia Sukan Sepang, Rusydan bin Abdullah yang mengurusi ragam event sukan lasak (Olahraga lasak) seperti bersepeda, run, hiking, scuba diving dan traveling,” kata Frina .

Pemilik akun Facebook Chokyulate Mint itu mengaku selama ini kerap menghabiskan waktu di dalam air. Lalu secara tiba-tiba muncul ide untuk melakukan sesuatu yang berbeda untuk Aceh, seperti mengibarkan Bendera Bintang Bulan di bawah air.

“Saya sangat mencintai Aceh. Bagi saya pribadi, Bendera Bintang Bulan itu merupakan identitas Aceh. Jadi merupakan sesuatu yang sangat penting. Secara kebetulan empat diver dari KBS Malaysia sedang diving bersama saya. Mereka sangat tertarik dan mendukung ide tersebut, hingga akhirnya mereka ikut bersama tiga diver lainnya dari Scuba Weh, Sabang,” ujar Frina.

Dalam hal ini, Frina bersama diver dari KBS Malaysia berharap Aceh, khususnya Sabang untuk ke depannya semakin baik dan maju.

“Semoga kita (Aceh) bisa berkolaborasi dalam hal conservasi corall dengan negara tetangga. I love Aceh,” katanya.

Aceh dan Indonesia Bersitegang dalam Forum PBB di Jenewa

Warga Aceh penerima suaka politik di sejumlah negara Eropa masih terus mengkampanyekan perlawanan terhadap segala bentuk kekerasan oleh alat negara dalam membasmi kelompok-kelompok perlawanan di Aceh.

Para warga Aceh ini tergabung dalam organisasi Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF)--nama yang sama seperti lembaga pergerakan yang pernah dikomandoi Hasan Tiro dalam memperjuangkan kemerdekaan bagi Aceh.

Penolakan aksi kekerasan dan penghukuman tanpa proses pengadilan ini disampaikan dua aktivis ASNLF, masing-masing Imran Abdurrauf di hari pertama dan Asnawi Ali pada hari kedua.

Dalam tayangan video UN Web TV, Wakil Sekretaris ASNLF, Asnawi Ali terlihat berbicara selama tiga menit dalam forum internasional yang digelar di Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia atau Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR) selama 24-25 November 2015 di Room XX, Palais des Nations, Jenewa, Swiss.

Informasi dari forum bertemakan: challenges of criminal justice systems in addressing the needs and demands of minorities (tantangan sistem peradilan pidana dalam menangani kebutuhan dan tuntutan minoritas) itu menghadirkan seluruh perwakilan negara-negara di dunia dan sejumlah NGO yang bergerak dalam penegakan hukum dan kampanye antikorupsi. ASNLF sendiri berada di barisan yang sederet dengan sejumlah NGO anti-korupsi di seluruh dunia, termasuk sebuah LSM antikorupsi dari Jakarta.

Masing-masing pihak diberikan waktu 3 menit untuk menyampaikan nota keberatan dan bantahan. Asnawi dalam nota keberatannya mengatakan, Indonesia adalah negara yang menandatangani Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR). Karena itu, ASNLF mendesak agar Indonesia mematuhi pasal 6 ayat 1 dari ICCPR tersebut yang berbunyi: "Setiap manusia memiliki hak untuk hidup. Hak ini dilindungi oleh hukum. Tidak boleh dengan sewenang-wenang merampas hidup orang sipil di Aceh," katanya."Ini termasuk kasus pembunuhan di luar koridor hukum oleh operasi polisi terhadap warga sipil Aceh sejak bulan Maret 2015," katanya.

Ia mendesak PBB untuk menekan Indonesia agar bertindak sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku terhadap setiap insiden kekerasan yang dilakukan oleh TNI/Polri serta pula akuntabilitas atas kejahatan kemanusiaanya di Aceh. "Banyak kasus impunitas (kekebalan hukum) yang menyebabkan selalu terulangnya kekerasan di tanah rencong," katanya dalam sebuah pesan khusus. Sementara bantahan dari Perwakilan Republik Indonesia disampaikan oleh Caka A Awal, Sekretaris Utama dalam Misi Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional di Jenewa. Caka A Awal mengatakan bahwa informasi yang disampaikan ASNLF kurang update dan masih memerlukan verifikasi lanjutan. Bahkan, pihak Republik Indonesia juga menyatakan, sistem penegakan hukum di Indonesia sudah mulai membaik seiring dengan dibentuknya Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sebagai informasi, ASNLF sendiri adalah organisasi yang mewakili Aceh di Unrepresented Nations and Peoples Organization (UNPO) yang mulai diakui kembali pada 28 Juni 2014 lalu dan sesuai dengan kovenan UNPO. Sedangkan forum kaum minoritas di Jenewa tersebut digelar setiap tahun dan tahun ini adalah yang ke 8.

Berikut video pernyataan aktivis ASNLF dalam forum PBB selama 24-25 November 2015 di Room XX, Palais des Nations, Jenewa, Swiss.
 

Rabu, 19 Agustus 2015

Jika Bintang Bulan Melanggar Hukum, Tangkap Saja Anggota DPRA!

Sejumlah pegiat mengkritisi pernyataan Pangdam IM dan Kapolda Aceh bahwa pengibaran bendera bintang bulan di Mesjid Islamic Center Lhokseumawe melanggar hukum.
"Jikalau melanggar hukum berarti MoU Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 silam dan isi Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA) ilegal buat Aceh," demikian dikatakan salah seorang pegiat, Juliadi, Selasa (18/8/2015) malam.
Menurut Juliadi, orang yang mengibarkan sudah tepat karena sudah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Bukankah DPRA itu lembaga yang legal? Kalaupun melanggar hukum, berarti DPRA lah yang pertama sekali melanggar hukum.
"Pengibaran bendera jangan salahkan rakyat," tegas Juliadi.
Justru, kata Juliadi lagi, jika pusat tidak segera mengesahkan bendera tersebut, ditakutkan akan timbul sakit hati dari rakyat Aceh, karena rakyat Aceh lagi-lagi merasa tertipu oleh pusat yang terkesan ingkar janji.
Soal ada beberapa pihak menganggap bendera bintang bulan seperatis, dijelaskan Juliadi bahwa bukankah pasca damai sudah sepakat di Aceh tidak ada lagi separatis. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sudah dibubarkan, yang ada hanya Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Aceh di bawah NKRI.
Persoalan bendera saja sangat berlarut-larut, belum lagi RPP Migas yang tidak sesuai MoU Helsinki dan turunan UUPA lainnya sampai saat ini masih belum selesai, seperti Qanun KKR dan lain sebagainya. Jika bapak Kapolda Aceh dan Pangdam IM mengatakan bintang bulan melanggar hukum, berarti Polda dan Pangdam sebaiknya menangkap saja DPRA terlebih dahulu dan para petinggi-petinggi GAM yang selalu memberikan janji-janjinya bendera bintang bulan wajib berkibar di Aceh.
Secara hukum, Qanun nomor 3/2013 tentang bendera dan lambang daerah Aceh yang terkait penggunaan bendera bintang bulan di dalamnya sudah sah dari tinjaun hukum. Sebab pihak DPRA dan Pemerintah  Aceh dalam penyusunan Qanun tersebut sudah menepati kaidah atau aturan-aturan yang berlaku sesuai dengan Undang-undang Pemerintah Aceh atau pemerintah daerah tentang penyusunan Perda/Qanun, yaitu setelah 60 hari Qanun terbentuk dan tidak ada respon dari Pemerintah pusat, maka suatu produk Perda/qanun dapat dianggap sah, dimana kemudian dimasukkan ke dalam lembaran daerah.
Maka, tambah Juliadi, sesuai sesuai perundangan-undangan jika Pemerintah pusat menilai qanun tersebut tidak sah, seharusnya bukan dalam bentuk revisi lagi, namun dikeluarkan Keppres untuk pembatalan atau penolakan qanun tersebut, sebab apabila revisi dilakukan pada masa  60 hari tersebut tidak akan memungkinkan lagi.
"Apabila belum ada keputusan lanjutan dari Pemerintah pusat, maka apa yang tertuang dalam qanun yang telah dibentuk sesuai dengan undang-undang dianggap telah sah," katanya.

Selasa, 18 Agustus 2015

Para Pemimpin Muslim Serukan Umat Atasi Perubahan Iklim

Para pemimpin Islam dari 20 negara mengeluarkan deklarasi tentang perubahan iklim pada pertemuan puncak di Istanbul, Selasa (18/8).

Mereka menyerukan kepada 1,6 miliar umat Islam di seluruh dunia, untuk melindungi keseimbangan dunia.

Umat Islam diminta memperhatikan emisi gas rumah kaca, dan dapat bergeser dari bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan.

Dalam pesan yang ditunjukkan ke negara-negara Timur Tengah, mereka meminta kawasan penghasil minyak tersebut untuk menjadi pelopor.

Deklarasi itu dicapai setelah pidato dan diskusi yang digelar selama beberapa hari melibatkan lebih dari 60 peserta dan organisasi.

"Krisis iklim perlu ditangani melalui upaya kolaboratif, jadi mari kita bekerja sama untuk dunia yang lebih baik bagi anak-anak kita, dan anak dari anak kita," kata Din Syamsuddin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia yang hadir dalam acara itu.

Negara kaya dan negara minyak harus menghapuskan emisi mereka, paling lambat pertengahan abad ini. Mereka juga harus memberi dukungan dalam membantu orang miskin dan menciptakan go green.

Minggu, 16 Agustus 2015

Muhasabah Sepuluh Tahun Kesepakatan Helsinki (Memorandum of Understanding Helsinki) antara GAM dan RI, 15 Agustus 2005 – 15 Agustus 2015

Hari ini, kita Rakyat Aceh memperingati Sepuluh Tahun Perjanjian Perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka dengan Republik Indonesia dengan penandantanganan Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding) pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia. 

Bersamaan dengan itu, maka berakhirlah sudah konflik antara kedua belah pihak selama hampir 30 tahun, dimana konflik tersebut telah menelan korban puluhan ribu nyawa serta kerusakan harta benda yang tidak terhitung banyaknya. 

Tidak cukup dengan konflik yang panjang, Allah mencoba ketabahan dan kesabaran rakyat Aceh dengan musibah alam - tsunami yang menelan korban 200,000 jiwa dan kerusakan yang luar biasa dimana mana. Tapi dengan kedatangan cobaan Allah itu juga merupakan sebuah harapan baru dan satu hikmah serta catalysator (pemicu) proses perdamaian ini. 

Kita kecapi sama-sama perdamaian ini dengan hati senang dan gembira, dimana dalam perjalanannya memang sangat penuh dengan liku-liku, tantangan dan cobaan sering kita hadapi. Banyak usaha yang telah dilakukan tetapi masih banyak juga butir-butir MoU Helsinki yang masih diatas kertas tanpa ada perkembangan seperti yang diharapkan oleh rakyat Aceh. 

Tujuan memperingati hari yang bersejarah ini, adalah untuk membuat muhasabah (evaluasi, mengoreksi dan menilai)  serta mencari jalan keluar agar segala butir-butir yang sudah disepakati dalam MoU itu dilaksanakan sesegera mungkin. Bukanlah mudah mencapai perdamaian tersebut, dimana untuk mencapainya kita harus mengeluarkan linangan air mata, darah dan korban yang sangat besar. 

Saya sangat mengetahui bagaimana usaha team perunding GAM untuk memperjuangkan semua isi dari MoU itu. Team perwakilan dari GAM tidak mau beranjak sedikitpun sebelum semua butir-butir MoU disepakati oleh semua pihak. Dikarnakan itu jugalah, maka  Mr. Martti Ahtisaari, selalu mengatakan ” Nothing is agreed until everything is agreed! ”. Sudah menjadi tanggungjawab kita semua stakeholders untuk berpegang-teguh kepada komitmen untuk menyelesaikan butir-butir MoU itu. 

Sebagai tim dari GAM, saya, seperti mana juga rakyat Aceh lainnya, sangat prihatin dan merasa bertanggungjawab dengan implimentasi MoU Helsinki yang belum optimal sebagaimana yang kita harapakan. Karena itu, kami akan tetap memantau dan berusaha supaya segala butir MoU ini dilanjutkan dan dilaksanakan sebagaimana yang telah disepakati bersama. Oleh sebab itu, kami  sarankan kepada pihak Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Aceh sebagai berikut :

1. Beberapa point dalam Undang-undang Pemerintahan Aceh (UUPA) 2006 yang tidak mengakomodir dengan MoU Helsinki, agar segera di revisi, hal itu untuk melancarkan situasi ekonomi, sosial dan politik Aceh. 

2. Proses re-integrasi harus ditingkatkan untuk menampung mantan-mantan kombatan GAM yang belum menyeluruh untuk menghilangkan konflik horizontal. Dalam hal ini organisasi adhoc  KPA (Komita Peralihan Aceh) harus tau apa tujuan organisasi itu dibuat. Agar jangan ada yang memanfaatkan organisasi itu untuk kepentingan kelompok atau pribadi.

3. Joint Claim Settlement (JCS) untuk menampung korban-korban konflik harus lebih fokus, lebih teratur, dan segera dilaksanakan program-program yang tepat sasaran.

4. Memprioritaskan program-program ekonomi yang pro-rakyat supaya masyarakat bisa mandiri dan meningkatkan ekonomi Aceh.

5. Proses KKR dan HAM perlu segera di mulai di Aceh.

6. Melibatkan Ulama, Umara, tokoh-tokoh masyarakat dan akademisi dalam forum yang terpimpin untuk mendapatkan masukan (input) yang menyeluruh dalam hal kemaslahatan ummat Islam Aceh dari segala aspek kehidupan, termasuk agama, ekonomi, politik, sosial, adat dan budaya  Aceh.
Kami menghimbau kepada anggota GAM dan eks Kombatan GAM yang masih komit dengan perdamaian supaya: 

(a) Walaupun dalam MoU kita sudah sepakat untuk tidak membatasi anggota GAM berpartisipasi dalam pesta demokrasi seperti menjadi Kepala Daerah/Kabupaten/Kota, maupun menjadi anggota legislatif. Kami tegaskan dimasa akan datang, jangan ada anggota tertinggi GAM yang ikut ikutan menjadi Kepala daerah atau anggota eksekutiv atau legeslativ.

(b) Kalau anda mau juga, maka jangan sekali kali membawa bawa nama GAM dalam proses perjalanan anda menuju kursi pimpinan daerah atau sebagai wakil rakyat. Untuk para anggota GAM tidak salah mendukung secara pribadi kandidat yang anda suka. Harus di ingat tugas GAM dan RI adalah menjaga perdamaian dan membantu mengimplementasikan isi MoU seperti yang telah disepakati. 

(c) Kami tegaskan disini juga, supaya kepada semua anggota GAM dan eks kombatan GAM, agar pada pemilu mendatang, semua harus bersabar dan menahan diri dari pada menggunakan segala bentuk kekerasan. 

(d) Kami berseru kepada semua anggota GAM dan eks kombatan GAM, apa pun bendera partai yang anda dukung supaya tetap bersatu teguh sesama anggota, demi untuk membangun Aceh yang bermartabat dan bermaruah. 

Mari kita berdoa kepada Allah dan jangan berhenti berusaha, semoga nasib bangsa kita bisa berubah kearah lebih baik dan sejahtera, diangkatkan maruah, dan semoga perdamaian ini menjadi perdamaian yang abadi di Aceh. Amin.

Salam Perdamaian

Bakhtiar Abdullah
Jurubicara GAM dan Anggota Perunding GAM MoU Helsinki
Stockholm, Sweden 15-08-2015

Promosikan Aceh sebagai Tempat Penyelesaian Konflik

International Peace Symposium yang diselenggarakan Aceh Peace Forum sejak 11 Agustus lalu di Balai Senat Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, berakhir Kamis (13/8) malam. Pertemuan penting ini berhasilmelahirkan sejumlah kesimpulan dan rekomendasi penting.
Salah satunya, masyarakat internasional yang prodamai diminta aktif mempromosikan Aceh sebagai salah satu kawasan tujuan masyarakat internasional untuk mempelajari berbagai pembelajaran (lesson learn) atas penyelesaian konflik dan pembangunan perdamaian. Termasuk dalam penanganan bencana alam, studi demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).
Peserta dan narasumber simposium itu, kata Juanda Djamal ST, Koordinator Aceh Peace Forum, kepada Serambi di Banda Aceh tadi malam, telah menghasilkan sejumlah rekomendasi kepada pihak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Indonesia, masyarakat sipil, dan masyarakat internasional, dengan tujuan untuk perbaikan segala kekurangan yang telah terjadi dalam mengisi perdamaian selama ini. (baca, rekomendasi)
Dengan demikian, katanya, semua pihak diharapkan mengambil peran strategis dalam upaya perbaikan ke depan demi kelestarian perdamaian di Aceh.
Keberhasilan Pemerintah Aceh dan masyarakat sipil Aceh dalam menjaga perdamaian selama sepuluh tahun sejak MoU Helsinki diteken pada 15 Agustus 2005, menurut Juanda, merupakan sebuah prestasi yang perlu diapresiasi dan disyukuri oleh semua pihak.
Keberhasilan ini juga patut dirayakan untuk memperkuat kembali komitmen membina perdamaian di Aceh terus lestari. Salah satu bentuk perayaan terhadap pencapaian sepuluh tahun damai Aceh itu, menurut Juanda, adalah terselanggaranya Aceh International Peace Symposium oleh Aceh Peace Forum.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, simposium ini dibahani, antara lain, oleh Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar, Pieter Feith (mantan ketua AMM), Ir Azwar Abubakar MA(mantan Wagub dan Plt Gubernur Aceh), Dr Otto Syamsuddin Ishak MSi (mantan Ketua Komnas HAM), dan Suraiya Kamaruzzaman (aktivis perempuan).(dik)
rekomendasi
- Kepada Pemerintah Aceh
* Perlu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pembangunan Aceh yang lebih tepat sasaran, terutama Dana Otonomi Khusus (Otsus), untuk pembangunan yang langsung menyentuh perbaikan tingkat kesejahteraan rakyat Aceh, terutama dalam bidang ekonomi dan pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan.
* Perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil yang sudah dicapai melalui pemanfaatan sumber daya pembangunan Aceh sejak Aceh menerima Dana Otsus, sehingga Pemerintah Aceh memiliki landasan perencanan ke depan yang lebih spesifik untuk kesiapan Aceh lepas landas pada tahun 2027.
* Perlu melakukan perencanaan komprehensif untuk pengelolaan sumber daya alam Aceh yang berdasarkan kepada pinsip pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
* Konsolidasi sumber daya manusia Aceh yang lebih optimal, termasuk SDM perguruan tinggi, sebagai sumber daya pembangunan menyongsong kemandirian Aceh pada tahun 2027.
- Kepada Pemerintah Pusat
* Mengembangkan Aceh menjadi salah satu hotspot pengembangan dan pembangunan kawasan ekonomi baru skala nasional, yang didukung oleh letak geografis dan sumber daya maritim, dan potensi sumber daya alam lainnya.
* Meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan tatakelola pemerintahan di Aceh yang bersih, transparan, dan akuntabel. Selanjutnya juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas birokrasi dalam mendukung peningkatan layanan publik (public services).
- Kepada Masyarakat Sipil
* Masyarakat sipil, terutama perguruan tinggi sebagai kekuatan penyeimbang, perlu meningkatkan aksi nyata untuk menjaga komitmen bersama dalam mengisi perdamaian Aceh melalui penelitian khusus, pengabdian masyarakat, membangun model, dan pertemuan konsultatif dengan penyelenggara pemerintahan di Aceh.
* Perlu melakukan konsolidasi antarorganisasi masyarakat sipil Aceh untuk berperan dalam pemberdayaan komunitas dan mampu menyeimbangi serta memengaruhi kebijakan publik.
- Kepada Masyarakat Internasional
* Terus memperkuat upaya konsolidasi peacebuilding di Aceh, baik melalui Pemerintah Aceh, universitas, organisasi masyarakat sipil, maupun partai politik.
* Mempromosikan Aceh sebagai salah satu kawasan tujuan masyarakat internasional untuk mempelajari berbagai pembelajaran (lesson learn) atas penyelesaian konflik, pembangunan perdamaian, penanganan bencana alam dan demokrasi, serta hak asasi manusia.

Selasa, 04 Agustus 2015

Umar Bin Khattab : Suatu Negeri akan Hancur Jika Para Pengkhianat Menjadi Petinggi, dan Harta dikuasai oleh Orang-orang Fasik

Kepada para komandan pasukan Umar Radiyallahu Anhu mengatakan : “..Perintahkan manusia agar pergi haji dan barangsiapa yang tidak mampu , maka hajikan dia dari harta Allah..”…
(Dari disertasi DR. Jabirah bin Ahmad Al Haritsi , pada program S3 Ekonomoi Islam Fakultas Syariah dan Studi Keislaman Universitas Ummul Qura Makkah dengan predikat Summa Cumlaude)
~~~~~~~~~~
Umar bin Khatab Radiyallahu Anhu  adalah Khalifah yang berhasil membangun dan meletakkan dasar-dasar ekonomi kokoh berdasarkan keimanan  dan Tauhid kepada Allah Subhana wa Ta’ala. Beliau adalah orang yang terakhir kali bisa makan dan beristirahat setelah yakin  penduduk sudah  terjamin kesejahteraannya. Beliau  sangat zuhud terhadap keduniawiaan dan itu diberlakukannya pada keluarganya. Umar Radiyallahu anhu sangat terkenal dengan pengawasan terhadap rakyatnya dan ketegasannya terhadap orang-orang yang melakukan penyimpangan, khususnya apabila orang yang melakukan penyimpangan itu adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan umum seperti Gubernur, hakim, pemungut zakat.
Dalam masa sekarang ini dimana negara-negara di dunia terbagi menjadi negara kapitalis, negara sosialis dan lain-lain sesuai dasar sistem ekonomi yang diikuti oleh setiap negara.  Ini menunjukkan begitu kuatnya hubungan antara politik dan ekonomi yang saling mempengaruhi secara timbal balik. Umar Radiyallahu anhu menjelasakan bahwa kerusakan sistem pemerintahan dan dikuasainya berbagai urusan oleh orang-orang yang fasik merupakan sebab kehancuran pilar-pilar umat; dimana beliau mengatakan,” Suatu negeri akan hancur meskipun dia makmur.” Mereka berkata,” Bagaimana suatu negeri hancur sedangkan dia makmur?” Ia menjawab ,” Jika orang-orang yang penghianat menjadi petinggi dan harta dikuasai oleh orang-orang yang fasik.”
Sesungguhnya ekonomi kontemporer mengakui sebab-sebab yang menghancurkan terhadap kerusakan ekonomi dan bahwasanya itu merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap usaha pengembangan ekonomi khususnya di negara-negara berkembang).
Oleh karena itu , Umar R.a berupaya keras dalam mewujudkan sistem pemerintahan yang baik. Bahkan seringkali beliau bertanya kepada sebahagian sahabatnya agar mereka mengemukakan pendapat mereka untuk mengetahui faktor-faktor kebaikan. Contohnya kepada Muadz bin Jabal ,” Apakah pilar perkara ini ya Muadz?’ Ia berkata,”Islam, karena dia adalah  fitrah; ikhlas , karena dia adalah substansi agama, dan ketaatan karena dia adalah perlindungan.
Dari fikih Ekonomi Umar r.a. semasa pemerintahannya ,ada beberapa point yang menyebutkan kriteria sistem pemerintahan yang baik yaitu :
  1. Pemerintah melaksanakan tugasnya nya yang terpenting yaitu menjaga agama dengan cara menetapkan hukum-hukumnya dan berjihad melawan musuh, menjaga harta kaum muslimin yaitu dengan mengumpulkan dan membagikannya sesuai syariah, menegakkan keadilan dengan meralisasikan kemanan dan ketentraman , berupaya mewujudkan kesejahteraan ummat dengan memperhatikan orang-orang  yang membutuhkan
  2. Melibatkan ummat dengan cara musyawarah ataupun memberikan andil ummat kepada pengawasan terhadap jalannya pemerintah dengan cara menasehati dan meluruskannnya
  3. Ada hak ummat menuntut pemerintah jika pemerintah mengabaikan pelaksanaan apa yang menjadi hak-hak ummat. Dalam hal ini Umar sangat peduli untuk mengetahui pendapat umum dan ia bertanya kepada Malik , sahabat dekatnya di rumah seraya mengatakan ,” wahai Malik , bagaimana keadaaan manusia?” ia menjawab “ Manusia dalam keadaan baik .”. Lalu Umar bertanya lagi “Apakah kamu mendengar sesuatu ?” Malik menjawab “ Aku tidak mendengar melainkan kebaikan”Pertanyaan ini berulang sampai tiga kali. Maka Malik berkata padanya pada hari ketiga”Apa yang kamu khawatirkan dari manusia?” Umar menjawab” Bagaimana kamu ini Malik! Aku khawatir jika Umar mengabaikan sebagian hak kaum muslimin lalu mereka datang kepadanya dengan bendera dan menanyakan hak mereka ?” Dan diantara nasehat Umar kepada para gubernurnya adalah “ Janganlah kamu memukul kaum muslimin, karena dengan itu kamu menistakan mereka. Dan janganlah kamu menghalangi hak mereka, karena dengan itu kamu menjadikan mereka untuk mendurhakai kamu..
  4. Adanya Kestabilan yang tidak mengakibatkan kepada pergolakan dan kegoncangan. Kestabilan politik disini adalah dengan mengharamkan seorang muslim mendurhakai pemimpinnya.
  5. Pengembangan ekonomi ini menuntut adanya sistem manajemen yang memudahkan lajunya roda pengembangan dan menghilangkan rintangan dari jalannya, dimana sebagian bentuk manajemen dan sistem pengawasan yang terdapat dalam fikih ekonomi Umar r.a adalah sbb :
a.Hisbah dan pengawasan pasar
b. Pengawasan harta
c. Pengawasan kerja dan pengaturannya
d. Perlindungan lingkungan
Menurut Fiqih ekonomi tersebut ,bahwasanya ada korelasi antara pengembangan ekonomi dalam kacamata Islam dengan terwujudnya suatu lingkungan yang islami dalam segala aspek kehidupan. Dan dari dua diantara lima pilar-pilar pengembanganan ekonomi ( sebagaimana dikemukakan dalam disertasi Dr Jaribah bin Ahmad dari tesisnya yang membahas mengenai itu) adalah  
  1. Kesalehan ummat
Sesungguhnya kesalahehan ummat adalah dengan mengimani Islam sebagai akidah dan syariah dan pengaplikasiannya dalam segala aspek kehidupan.
Ketika seorang muslim meyakini bahwa dia sebagai Khalifah di bumi, ini akan mendorongnya melakukan pengembangan ekonomi karena ini merupakan hak dan sarana ummat. Dan jika ini dilakukakannya sepenuh hati karena Allah (ikhlas) maka akan menjadi ibadahnya dihadapan Allah Ta’ala.
Disisi lain , ketaatan dan kemaksiatan juga berdampak dalam kehidupan ekono mi umat, dimana ketaatan akan menjadi sebab diperolehnya keberkahan dalamn segala sesuatu, sedangkan kemaksiatan berakibat tercerabutnya keberkahan dari segala sesuatu . Allah berfirman dalam QS al A’Raf : 96
“ jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan  bumi, tetapi mereka mendustakan( ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya..”
Umar Radiyallahu anhu mengegaskan dalam pernyataannya ;”… Sesungguhnya dunia adalah kesenangan yang menawan, maka barang siapa mengambilnya dengan cara ayang benar, dia akan mendapatkan keberkahan di dalamnya, dan barang siapa mengambilnya dengan cara tidak benar maka dia seperti orang yang makan dan tidak pernah kenyang.
 2. Kebaikan sistem
Pemerintah adalah perangkat politik dan apa yang muncul darinya terkait  sistem pemerintah. Sebab dengan kebaikan perangkat politik, konsistensi pemahaman politik bagi individu dan kebaikan hubungan antara rakyat dan pemerintah, maka akan meletakkan laju pesatnya pengembangan ekonomi pada jalan yang semestinya.
Contoh sikap Umar sebagai pejabat negara dapat dilihat dari perkataaan antara lain tehadap para gubernurnya “ Sesungguhnya aku tidak menguasakan kepadamu atas urusan arah, harga diri serta harta kaum muslimin, namun aku mengutus kamu untuk menegakkan shalat, membagi fai’ mereka dan menetapkan hukum dengan Adil.
Kepada para komandan pasukan Umar Radiyallahu Anhu mengatakan : “..Perintahkan manusia agar pergi haji dan barangsiapa yang tidak mampu , maka hajikan dia dari harta Allah..”
Perkataan Umar, ” Sungguh aku sangat berupaya agar tidak melihat kebutuhan manusia melainkan aku penuhinya, selama sebagian kita terdapat keleluasaan atas sebagaian yang lain. Tapi jika demikian itu tidak dapat dilakukan, maka kita memberi contoh dalam kehidupan kita sehingga kita sama dalam kecukupan”
Dalam fikih ekonomi Umar radiyallahu anhu kita dapatkan bahwasanya politik ekonomi dijalankan oleh pemerintah merupakan tolok ukur terpenting tentang baik atau tidaknya sistem pemerintah, sekaligus merupakan karekteristik sistem pemerintah itu. Sebagai bukti hal itu bahwa Umar Radiyallahu anhu mengatakan”’ demi Allah.., aku tidak mengerti apakah aku khalifah atau seorang raja. Jika aku Raja maka demikian itu adalah perkara besar!”   Maka seorang berkata,” Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya diantara keduanya terdapat perbedaan.” Ia berkata,” Apakah itu ? Ia menjawab, ’Khalifah tidak mengambil melainkan dengan cara yang benar dan tidak meletakkannya melainkan dalam kebenaran dan Anda alhamdulillah seperti demikian itu.. Sedangkan raja adalah menindas manusia, lalu dia mengambil dari ini dan memberi yang ini.” Maka Umar pun diam. (Lr)

Aktivis Aceh Lintas Generasi Bakal Bertemu, Ada Apa?

BANDA ACEH – Para aktivis Aceh dari lintas generasi akan menggelar silaturahmi akbar di Hobbies Cafe, Jalan Prof. Ali Hasjimi No.8, Lamteh, Banda Aceh, Sabtu 8 Agustus 2015, Mulai pukul 19.30 WIB.
Acara yang diberi Tema “Silaturahmi Aktivis Aceh Bersatu Membangun Aceh” tersebut turut melibatkan ratusan aktivis Aceh yang kini berada di berbagai lembaga sosial, politik, Pemerintahan, dan kampus.
“Acara ini milik kita semua, kita tetap sama dan harus sama-sama membangun Aceh,” kata Ari Maulana, salah seorang Inisiator Silaturahmi Aceh Lintas Generasi di Banda Aceh, Senin 3 Agustus 2015.
Inisiator kegiatan ini selain Ari Maulana, adalah Muhammad MTA, T. Banta Syahrial, dan Iqbal Farabi. Sementara ikut mengundang tertara puluhan nama antara lain Kautsar Muhammad Yus, Aguswandi, Thamren Ananda, Taufik Abda, Cut Farah Meutia, Suraya Kamaruzaman, Hendra Budian, dan lain-lain.
Untuk informasi kegaiatan tersebut, Ari menyebutkan para undangan dapat menghubungi langsung ke nomor handphone 081372484383.

Senin, 03 Agustus 2015

PBB BERENCANA AKHIRI KEMISKINAN GLOBAL PADA 2030

NEGARA anggota PBB pada Ahad (2/8) mendiskusikan rencana ambisius yang bertujuan mengakhiri kemiskinan global pada 2030 dan mengatasi perubahan iklim.
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, memuji perjuangan keras dari rencana tersebut, sembari mengatakan bahwa rencana ini "meliputi agenda universal yang transformatif dan terintegrasi serta akan menjadi titik balik yang bersejarah bagi dunia."
Sebelumnya, setelah satu pekan melakukan berdiskusi alot di markas besar PBB di New York, para ahli dan diplomat dari 193 negara anggota mengadopsi sebuah rancangan sepanjang 30 lembar yang berjudul "Transformasi Dunia Kami: Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030."
Untuk menunjukan dukungannya, Duta Besar Kenya mengatakan upaya ini merupakan "momen bersejarah". PENANGGULANGAN KEMIKSINAN
Kenya, bersama dengan Irlandia, adalah ketua diskusi tersebut. PENANGGULANGAN KEMIKSINAN
Lebih lanjut, para pemimpin dunia akan menghadiri KTT Pembangunan Berkelanjutan di markas PBB pada 25- 27 September untuk mengadopsi dokumen agenda berkelanjutan, yang berupaya untuk meningkatkan kehidupan dari satu miliar orang yang hidup kurang dari US$1,25 atau setara dengan Rp15 ribu setiap harinya, terutama di Asia dan sub-Sahara Afrika.
Para perunding mengeluarkan 17 rencana pembangunan berkelanjutan yang baru dan bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan, mempromosikan kesejahteraan dan menjaga lingkungan. Semua direncanakan selesai pada 2030. PENANGGULANGAN KEMIKSINAN
"Ini adalah agenda rakyat, sebuah rencana untuk mengakhiri kemiskinan dari segala dimensinya, di semua wilayah, tanpa mengecualikan siapapun," kata Ban memaparkan rencana yang bernilai triliunan dolar tersebut. PENANGGULANGAN KEMIKSINAN
Ketua PBB juga berjanji bahwa pada KTT bulan September mendatang, di sela-sela sidang umum PBB, mereka akan memetakan era baru pembangunan berkelanjutan, dengan rencana pengentasan kemiskinan, kemakmuran bersama dan penangan masalah perubahan iklim.
Misi Pembangunan Berkelanjutan Periode 2015-2030 ini dibangun atas keberhasilan Millenium Development Goals, yang telah berhasil membantu jutaan orang untuk keluar dari kemiskinan.
Namun, upaya baru ini akan secara signifikan masuk kedalam inti permasalahan, dengan menangani penyebab inti kemiskinan, dan kebutuhan dari pembangunan yang akan berhasil untuk semua orang. PENANGGULANGAN KEMIKSINAN
Pembiayaan rencana ini akan menjadi kunci dari kesuksesannya. Bantuan yang diterima dari negara pendonor pada bulan lalu mengkonfirmasi bahwa mereka akan menyisihkan 0,7 persen dari pendapatan nasional untuk membantu upaya pembangunan tersebut. PENANGGULANGAN KEMIKSINAN
Kesepakatan ini dicapai setelah terjadi perbincangan selama beberapa hari antara negara-negara kaya dan negara berkembang. PENANGGULANGAN KEMIKSINAN
Sumber: Cnnindonesia dot com

Rabu, 15 Juli 2015

Asal Usul Tradisi Makmeugang di Aceh

Indonesia tidak hanya dikenal dengan tanahnya yang subur akan tetapi indonesia memiliki kekayaan Tradisi dan budaya yang luar biasa unik dan beraneka ragam. Salah satu tradisi yang belakangan ini hangat diperbicangkan terdapat di Provinsi Aceh.
Tradisi warisan nenek moyang itu disebut makmeugang atau meugang, yaitu pergi ke pasar untuk membeli daging, kemudian dimasak dan dimakan bersama keluarga. Tradisi tersebut digelar untuk menyambut Hari raya Idul Fitri, Hari raya Idul Adha, dan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Tradisi makmeugang tergolong sangat unik dan langka, karena tradisi ini  tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. sehingga timbul berbagai tanda tanya dan kontrofersi dari kalangan tertentu di luar Aceh tentang asal usul makmeugang tersebut. semisal ada banyak orang di luar sana yang berasumsi jelek terhadap tradisimakmeugang, Ada juga yang menganggap tradisi makmeugang itu ide gila. Bahkan ada yang mengklaim orang Aceh jarang makan daging, Benarkah? Mari kita telusuri Asal usulnya.
Sejarah Makmeugang
Dari berbagai sumber sejarah, disebutkan bahwa Makmeugang pertama kali muncul pada abad ke 14 masehi yaitu seiring pengembangan ajaran islam di Aceh, namun tradisi tersebut diperkirakan tidak meluas ke seluruh Aceh, kemudian pada abad  ke-16 Masehi, Yakni pada masa kejayaan Sultan Iskandar Muda memimpin Kerajaan Aceh Darussalam (tahun 1607 M). ide makmeugang itu dicetuskan oleh Sultan iskandar muda agar supaya digelar secara merata oleh  seluruh masyarakat Aceh.
Saat itu Istilah makmeugang dicantumkan dalam Qanun Meukuta Alam, yakni Undang-Undang yang berlaku pada masa Kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam di bawah Pemerintahan Sultan Iskandar Muda.
Pada hari makmeugang, Sultan dan pembesar kerajaan selalu memotong hewan dalam jumlah banyak, kemudian dagingnya dibagi-bagikan secara gratis kepada rakyat, sebagai sedekah dan bentuk rasa syukur atas kemakmuran kerajaan sekaligus wujud terima kasih untuk rakyatnya dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan hati gembira bersama sang Raja dan Pembesar kerajaan.
Keberhasilan Sultan Iskandar muda dalam menerapkan sistem politik pemerintahan, kemasyarakatan, ekonomi,maupun sosial serta perannya dalam segala hal termasuk dalam dunia internasional tak luput dari dasar pondasi Tradisi dan budaya serta Agama yang kuat dan  tangguh yang menjadi acuan dan rujukan. Ketangguhan pemerintahannya saat itu dilatar belakangi kemampuannya membangun suatu kultur dan struktur tatanan masyarakat Aceh menjadi salah satu segmen peradaban manusia (Civilization of human right). Yang tersimpul dalam nilai-nilai filosofi Narit maja (Hadih madja). Narit maja inilah yang menjadi pijakan kreasi tradisi dan budaya yang dikenal dengan motto : Adat ngon hukom (hukum Agama), Lagei zat ngon sifeut. Yang stuktur implimentasinya disimpulkan dalam “Adat bak poe teumeuruhom, Hukom bak syiah kuala, Kanun bak putroe phang, Reusam bak laksamana”. yang kemudian dijadikan sebagai way of life (landasan filosofis).
Selanjutnya Pada tanggal 27-12-1636 Masehi, Sultan Iskandar muda Yang dikenal gagah,adil dan bijaksana meninggal dunia, Kerajaan dipimpin oleh Raja setelahnya, tak lama kemudian Aceh dijajah oleh Belanda, sehingga kerajaan menjadi bangkrut. Lalu rakyatlah yang  berpartisipasi memotong sapi atau kerbau pada hari makmeugang. Tradisi makmeugang tetap dipertahankan oleh masyarakat Aceh ketika peperangan hingga sekarang,meskipun kemajuan zaman sudah begitu canggih. “Bahkan walau berada di belahan negara manapun, orang yang berdarah Aceh Asli pasti  akan melaksanakan tradisimakmeugag tersebut.
Manfaat Makmeugang
Selain tradisi makmeugang, di Aceh juga banyak tradisi-tradisi daging lainnya yaitu kenduri laut, kenduri blang, kenduri pesta perkawinan,peusijuek,peu troen aneuk dan lain-lain, yang tentunya sangat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama anak yatim dan fakir miskin. Bicara soal kemiskinan tak hanya di alami oleh masyarakat Aceh, dan Tak dapat dipungkiri bahwa Hampir di setiap negara di seluruh dunia  tentunya terdapat masyarakat miskin, malah di negara tertentu terdapat masyarakat miskin yang mengindap  penyakit akibat kekurangan gizi.  dan hal tersebut diharapkan tidak pernah menimpa masyarakat miskin di Aceh.
Pada hari makmeugang,jika ada warga miskin yang tidak sanggup membeli daging, biasanya daging akan diberikan oleh tetangga atau orang kaya. Bahkan pemerintah dan pejabat militer di Aceh akan berpartisipasi dalam membagi-bagikan Daging gratis sekaligus menyantuni anak yatim dan fakir miskin pada hari makmeugang tersebut.
Faidah lain yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi makmeugang yaitu terjadinya interaksi sosial antara Pemerintah dan masyarakat saat membagikan daging untuk warga miskin,  Selain itu, terjadinya silaturrahmi dan kebersamaan sesama warga atau anggota keluarga. Karena biasanya warga yang merantau ke luar kota, akan pulang kampung untuk menikmati daging makmeugang bersama keluarga, sehingga terjadilah silaturrahmi.
Pada hari itu juga mendorong tumbuhnya ekonomi rakyat, karena pada hari makmeugang akan terjadi transaksi jual beli dalam jumlah besar. Selain jual beli daging, berbagai kebutuhan dapur laku keras pada hari itu.
Memiliki Nilai Religius
Tradisi makmeugang di Aceh senarnya memiliki nilai religius, hal ini dikarenakan makmeugang selalu digelar pada waktu-waktu yang dianggap suci bagi umat Islam,misalnya seperti menyambut bulan suci ramadan, dimana masyarakat Aceh akan mencurahkan segala kegembiraannya dalam menyambut bulan suci ramadan dengan menggelar makmeugang.
Tentusaja nenek moyang orang Aceh terdahulu berpedoman pada Hadis Nabi Muhammad saw  berikut ini :
“Barangsiapa merasa gembira dengan datangnya bulan Ramadan, Maka Allah mengharamkan badan orang itu masuk neraka”.
Tradisi makmeugang juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberi rezeki,sehingga para dermawan  akan membagi-bagikannya untuk fakir miskin pada hari makmeugang.­­­
Ketika Wali kota Lhokseumawe Pak Suhaidi Yahya mengguncang dunia Maya dengan larangan Wanita duduk ngangkang di atas sepeda motor, pada suatu diskusi disalah satu Radio di kota lhokseumawe, beliau mengungkapkan sebagai berikut “Setiap suku bangsa diseluruh dunia memiliki tradisi dan budaya yang berbeda,, ketika tradisi dan budaya suatu bangsa hilang, maka hilanglah jati diri bangsa tersebut­­­­­­­­­.
Dari sedikit uraian diatas Setidaknya dapat kita pahami bahwa bangsa indonesia, khususnya masyarakat Aceh perlu mempertahankan tradisi dan budaya yang ada. Mengigat tradisi dan budaya merupakan bagian dari kekayaan negara (heritange). yang tentunya tidak dimiliki kesamaannya oleh negara lain.
Oleh karenanya “Mari sama-sama kita memperkenalkan asal usul tradisi dan budaya pada generasi kita, sehingga nantinya anak cucu kita tetap menghargai dan memelihara tradisi-tradisi dan budaya yang ada di tanah air yang kita cintai ini. Wallahu’alam bi al-shawab.
Selamat Menyambut Hari Raya idul fittri 1436 H.  Mohon maaf lahir batin.

HIDUP ADALAH ANUGERAH BAGI JIWA YANG IKHLAS

Yang tinggal di gunung merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan gunung.
Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.
Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah.
Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur supaya punya time freedom…
Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar tdk pusing…
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan.
Saat masih bujangan, ingin punya suami ganteng/istri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, ingin yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh..
Punya anak satu mendambakan banyak anak.
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja.
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?
"Semoga kita jd pribadi yang selalu bersyukur..Yg senantiasa bersyukur dngn berkah yg sudah kita miliki"
"Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?
Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.
Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutupilah bumi!"
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana. Bumi ini pun akan tampak buruk.
Jangan menutupi hati kita.
Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua…
Syukuri apa yg ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yg ikhlas.
Keep Spirit !


Jumat, 27 Maret 2015

Pemerintah Aceh Harus 'Melakukan Pendekatan Khusus' dengan Din Minimi

Mawardi Sekretaris KPA Meuruhom daya juga angkat bicara persoalan Din Minimi yang selama ini menggegerkan dengan kehadirannya membuat polemik baru dan merupakan tugas Pemerintah Aceh baik Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Ketua DPRK, Tgk. Muharuddin bersama Wakil Gubernur, Muzakir Manaf dan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar.

Mawardi menjelaskan bahwa saat ini kita tidak mendukung jika harus ada perperangan kembali di bumi serambi Mekah “Namun keadilan dari Pemerintah Aceh yang sangat kita butuhkan” dan pemerintah harus melakukan konsolidasi dengan Din Minimi.

Pada dasarnya Din Mini hari ini hanya menuntut keadilan kepada Pemerintah Aceh terhadap apa yang terjadi hari ini.

“untuk saat ini masih banyaknya mantan Kombatan dari GAM masih hidup di bawah garis kemiskinan ada di mana-mana,” terang Mawardi.

Ditambahkannya Pemerintah Aceh harus mampu menciptakan peluang pekerjaan bagi masyarakat Aceh, memberikan keadilan dalam melakukan pembangunan demi untuk menghindari Din Minimi lainnya.

“Kita pantau di media selama ini oknum-oknum hanya sibuk dengan perebutan jabatan namun kesejahteraan rakyat terabaikan,” jelasnya.

“Menjaga nama baik Partai Aceh sepatutnya langkah-langkah dalam mensejahterakan rakyat yang sangat terutama bukan malah menambah daftar buruk,” ujar Sekretaris KPA Meureuhom Daya ini.

DPR RI Turun Ke Aceh Utara, Lihat Dari Dekat Biar Lebih Kenal Rakyat Sendiri....?

Peristiwa pembunuhan terhadap dua anggota TNI AD dari Komando Distrik Militer 0103/Aceh Utara, disikapi serius oleh Komisi I dan Komisi III DPR. Komisi yang membawahi bidang hukum serta pertahanan itu menurunkan tim ke Aceh.

Komisi I dan Komisi III sepakat mengirimkan tim ke Aceh, khusus merespon kasus dibunuhnya dua aparat," kata Ketua Komisi I DPR Mahfuz Sidik di gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/3/2015).

Menurut Mahfuz, DPR ingin mengetahui apa yang terjadi di Aceh dalam kaitan tewasnya dua personil TNI, yakni Sertu Indra dan Serda Hendri.

Tim yang dikirim DPR itu ingin memastikan apakah pelaku penculikan dan penembakan dua anggota TNI itu adalah kelompok sipil bersenjata atau tidak. "Kasus ini menentukan apakah kelompok sipil bersenjata di Aceh masih ada. Selain itu apakah kelompok tersebut punya kerterkaitan ke kelompok GAM," ujarnya.

Politikus PKS ini menjelaskan, kalau misalnya kelompok sipil bersenjata ini ada kaitannya dengan GAM, berarti gerakan separatisme di Aceh belum sepenuhnya tuntas. 

Pesan rakyat jangan menduga-duga terlalu jauh, sebaiknya lakukan investigasi dan klarifikasi agar faktanya lebih meyakinkan, karena kesalahan dugaan bisa berakibat fatal bagi rakyatmu dan negeri ini...wahai wakil rakyat yang terhormat.

Fachrul Razi MIP Kecam Pernyataan Menhan Tentang DOM Aceh

Pernyataan Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu bahwa pemerintah akan memberlakukan kembali Daerah Operasi Militer (DOM) di Bumi Serambi Mekah jika masih terjadi penembakan terhadap TNI di Aceh dikecam keras oleh Senator asal Aceh, Fachrul Razi MIP.
Dalam rilis yang dikirimkanya, Jum’at (27/3/2015), pernyataan Menhan tersebut akan memperkeruh suasana dan sama dengan membuka kembali luka lama rakyat Aceh, tudingnya.
DOM yang diterapkan di bawah rezim orde baru selama 30 tahun di Aceh, sampai hari ini belum seluruhnya terselesaikan secara hukum. Masih banyak kasus orang hilang, terbunuh dan di culik sampai hari ini pelakunya belum diseret ke pengadilan, tambahnya.
Dia juga menyesalkan pernyataan Menhan di media yang masih menerapkan pendekatan militeristik. “Jika pendekatan militeristik yang dilakukan terhadap masyarakat Aceh dalam menangani perkara penculikan dan pembunuhan anggota TNI tersebut, ini masih menunjukkan lemahnya kepercayaan pusat terhadap Aceh. Jangan jadikan Aceh sebagai ajang konflik. Sudah cukup saat ini Aceh berada dalam konflik, kami ingin damai yang abadi.”
Menurut Senator Aceh yang juga anggota MPR RI, hal itu melanggar ketentuan MoU Helsinki butir 4.7 MoU yang menegaskan bahwa tidak akan ada pergerakan besar-besaran tentara setelah perjanjian damai dan jumlah tentara setelah relokasi di Aceh berjumlah 14.700 orang.
Masyarakat Aceh sudah trauma dengan pergerakan tentara di Aceh. Bila masyarakat melihat tentara, yang tergambarkan adalah kondisi perang dan takut untuk beraktifitas di luar rumah, sebutnya.
Dalam hal ini, pemerintah pusat harus melihat Aceh dalam konteks perdamaian. Jangan semua masalah kriminal di Aceh di kait-kaitkan dengan mantan kombatan GAM yang sudah mau berunding dengan Indonesia. Proses reintegrasi yang sedang berlangsung jangan sampai terganggu akibat persoalan kriminal, jelasnya.
Semua pihak harus bisa menahan diri agar tidak gegabah dalam merespon kasus tersebut. Serahkan semua proses untuk pengusutan kejadian kepada pihak yang berwajib. Jangan menebak persoalan politik di Aceh, sehingga membuat masyarakat terganggu untuk beraktifitas, ajaknya.
“Saya tetap mendukung TNI/Polri di Aceh bekerja secara profesional dan juga menjaga perdamaian Aceh.”
Saya mendesak siapapun pemerintah pusat agar pernyataan seperti yang dikeluarkan oleh Menhan Ryamizard Ryacudu tidak akan terulang lagi,” pintanya.

Situasi Yaman Memburuk, Masyarakat Global Cemas

Serangan yang dipimpin Arab Saudi ke Yaman masih terjadi. Meski, ribuan masyarakat telah menolak serangan tersebut dan puluhan korban jiwa berjatuhan.

Serangan itu setidaknya menewaskan lebih dari 40 warga sipil tak berdosa termasuk perempuan dan anak-anak dalam serangan sejak Kamis (26/3) waktu setempat. Seperti diberitakan Fars News 25 warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan pertama. Sedangkan dalam serangan kedua menewaskan lebih dari 15 orang.

Laman Al Jazeera, Jumat (27/3) waktu setempat mengatakan, serangan udara menargetkan kamp penerimaan anggota baru yang bergabung dengan milisi Houthi di Sanaa. Saksi mata juga melaporkan, serangan udara dan ledakan keras terjadi di Sa'ada dekat perbatasan Saudi, di mana sebuah unit militer menjadi targetnya.

Saudi dan sekutunya merenggut nyawa puluhan warga Yaman saat melakukan serangan di Sana'a, Sa'ada, Lahij, dan Ta'iz. Menurut warga, puluhan kendaraan yang membawa rudal anti-pesawat terus menerus mengelilingi lingkungan ibu kota sejak serangan yang dipimpin Saudi itu dimulai.

Masyarakat global rupanya mengkhawatirkan, bila serangan tersebut akan lebih banyak menjatuhkan korban dari kalangan sipil.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengungkapkan keprihatinannya dalam sebuah pernyataan. Rusia menyatakan keprihatinan yang mendalam atas situasi yang memburuk di Yaman.

Beijing juga menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying mendesak semua pihak untuk bertindak sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Yaman dan untuk menyelesaikan sengketa melalui dialog.

"Semua pihak yang terlibat cepat menyelesaikan perselisihan melalui dialog politik, mengatasi krisis saat ini dan memulihkan stabilitas dalam negeri dan normalitas ke Yaman," kata dia dalam konferensi pers.

Sebaliknya, dalam sebuah pernyataan usai serangan, Gedung Putih justru mendukung serangan Saudi. Gedung Putih mengatakan bahwa AS tengah mengkoordinasikan dukungan militer dan intelijen dengan Saudi. Namun tidak mengambil bagian secara langsung dalam

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jeff Rathke mengatakan pada Kamis (26/3) waktu setempat bahwa pemerintah AS memahami kekhawatiran Saudi dan mendukung upaya mereka.

KontraS Minta TNI Ditarik dari Aceh Utara

Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh mendesak pimpinan TNI menarik pasukannya dari Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Sebab keberadaan pasukan TNI di wilayah itu dianggap meresahkan masyarakat.
Perwakilan KontraS Aceh Hendra Saputra mengatakan, pasca kejadian tewasnya dua intel Kodim 0103 di Dusun Batee Pila, Kecamatan Nisam Antara. Wilayah itu mulai mendapatkan penjagaan ketat dari TNI dan kepolisian.
"Akibat dari peristiwa ini masyarakat merasa tidak nyaman biar pun dalam situasi damai. TNI dan kepolisian masih bersiaga di sekitar Nisam Antara," ujar Hendra, Kamis 26 Maret 2015.
KontraS mengkhawatirkan, bila munculnya kasus penculikan dan penembakan terhadap dua TNI tersebut, justru akan membuka ruang keterlibatan TNI untuk menuntaskan kriminalitas di Aceh. Padahal, ranah itu harusnya menjadi kewenangan dari kepolisian.
"Kasus ini diserahkan saja ke pihak kepolisian, mereka yang bertanggungjawab untuk menangkap pelaku penembakan pasukan TNI," katanya.
Kepolisian Aceh, selaku penanggung jawab keamanan di Aceh, harus mengungkapkan motif kriminalitas bersenjata api yang marak terjadi di Aceh. Bila kriminal bersenjata api terus dibiarkan, diprediksi perdamaian akan terganggu.
"Meningkatnya angka kriminalitas bersenjata di pantai timur dua bulan terakhir menunjukan bahwa aparat penegak hukum belum mampu mengungkapkan dalangnya dan motifnya, sehingga membuat masyarakat tidak aman," katanya.

PANGDAM IM Pastikan Tidak Ada Operasi Militer



Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto memastikan tidak ada operasi militer yang dilakukan di Nisam, Aceh Utara, meskipun ada sekitar 400 personel yang dikerahkan pasca insiden penculikan hingga pembunuhan terhadap dua prajuritnya.
“Kita kerahkan pasukan hanya untuk membantu kepolisian dalam upaya mengejar pelaku pembunuhan serta menjaga perkampungan sekitar lokasi dalam upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Mayjen Agus Kriswanto dalam konferensi pers yang berlangsung di Mes Lilawangsa Kota Lhokseumawe, Kamis (26/3).
Atas dasar itu Pangdam berharap agar masyarakat tidak perlu trauma, tapi harus tetap waspada dan bisa memberikan informasi kepada aparat keamanan apabila mendapat ancaman atau intimidasi dari sipil bersenjata.
Diakuinya, sampai saat ini pihaknya masih terus membantu pihak kepolisian untuk mengejar para pelaku. Pangdam juga belum memastikan kapan pengejaran itu akan berakhir. “Pastinya sampai saat kondisinya sudah kondusif,” ujarnya.
Di samping itu, Pangdam juga memastikan sejauh ini belum menemukan pelaku pembunuhan terhadap dua prajuritnya. “Secara fisik pelakunya belum kita temukan, namun prediksi, komunikasi, dan analisis masih terus kita lakukan,” ungkapnya.
Disinggung tentang motif pelaku melakukan pembunuhan itu, Pangdam belum memastikan secara jelas. Namun, dia uraikan selama ini TNI terus bergerak memberantas narkoba, sesuai dengan instruksi Presiden RI. Di mana TNI terus berhasil menemukan sejumlah ladang ganja dan juga menangkap pemilik sabu-sabu untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto, memberi keterangan kepada media di Mes Lilawangsa, terkait perkembangan situasi Nisam Antara, Kamis (26/3/2015). Pangdam IM mengatakan saat ini pasukan TNI siaga namun situasi masyarakat di Nisam Antara masih Kondusif.
Pangdam juga menguraikan dari 400 personel yang diturunkan itu semua berasal dari Aceh Utara, Lhokseumawe, dan sekitarnya seperti dari Kodim Aceh Tengah dan Kodim Bireuen. Kedua Kodim ini pun dilibatkan hanya untuk pengimbangan dalam upaya mengantisipasi para pelaku berusaha melarikan diri ke luar dari Aceh Utara.
“Jadi, selama pengejaran dilakukan dalam beberapa hari ini, belum pernah terjadi kontak tembak,” demikian Pangdam IM. Saat ditanya apakah ada perluasan pengejaran, Pangdam mengaku sejauh ini belum ada, melainkan tetap difokuskan di kawasan Nisam.
Ke Nisam Antara
Pangdam Mayjen Agus Kriswanto, Kamis (26/3) siang juga mengunjungi Kecamatan Nisam Antara untuk melihat kondisi masyarakat di wilayah itu pascatewasnya dua anggota TNI serta masuknya 400 anggota TNI ke kawasan tersebut untuk mencari kelompok bersenpi.
Dalam kunjungan dimaksud, Pangdam singgah di salah satu warung kopi Keude Alue Papeun. Di sini Pangdam meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kontak tembak karena kehadiran TNI ke kawasan itu untuk mengamankan warga dari kelompok bersenjata.
Ladang ganja
Pangdam mengatakan hingga saat ini mereka belum berhasil memastikan siapa kelompok bersenjata tersebut, namun diperkirakan sebagian dari mereka telah meninggalkan wilayah Aceh Utara. Bahkan, menurut Pangdam, ada kemungkinan keterlibatan kelompok pemilik ladang ganja dalam kejadian ini, karena TNI akhir-akhir ini sangat gencar memusnahkan ladang ganja, terutama di Aceh Utara. “Bisa saja mereka dendam terhadap tindakan TNI tersebut,” ujar Pangdam.
Pantauan di beberapa desa dalam Kecamatan Nisam Antara, seperti Alue Dua, Seumirah, dan Alue Papeun, banyak warga yang beraktivitas di depan rumah dengan menjemur atau membelah pinang. Sedangkan kondisi Pasar Keude Alue Papeun tetap normal. Banyak warga yang datang berbelanja.
Sementara itu, ratusan personel TNI dan Polri dengan senjata lengkap tetap bersiaga di Pos Polisi dan Koramil Nisam Antara di Desa Alue Dua.
Warga mengaku sejak kejadian penculikan anggota TNI tersebut, warga tidak berani pergi ke kebun, karena saat ini aparat TNI dan Polri sedang menyisir hutan di wilayah itu. Warga khawatir akan terjadi kontak tembak sewaktu-waktu.
“Semenjak dua TNI ditemukan tewas dan saat mereka melakukan penyisiran ke hutan, kami tidak lagi pergi ke kebun karena khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Keuchik Alue Papeun, Syawaluddin.
Hal itu dibenarkan Kamariah, seorang janda yang menemui Pangdam sembari mengatakan bahwa dia sangat khawatir akan terjadi kontak tembak. Kamariah juga berharap keadaan kembali normal agar warga dapat kembali pergi ke kebun.